Saturday, June 3, 2017
Perbandingan Standar Etika Profesi di Eropa dengan di Indonesia
Thursday, May 4, 2017
Keterbatasan UU No. 36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi
Menurut Undang-Undang No. 36 Tahun 1999 Pasal 1, telekomunikasi adalah setiap pemancaran, pengiriman, dan atau penerimaan dari setiap informasi dalam bentuk tanda-tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara dan bunyi melalui sistem kawat, optik, radio, atau sistem elektromagnetik lainnya.
Dari pengertian menurut Undang-Undang No. 36 Tahun 1999 Pasal 1, dapat diambil kesimpulan bahwa internet dan segala fasilitasnya adalah alat komunikasi. Karena dapat mengirim dan menerima informasi dalam segala macam bentuk. UU ini dibuat karena beberapa alesan, salah satunya karena pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi yang sangat pesat sehingga cara pandang terhadap telekomunikasi berubah dan penyelenggaraannya.
Sunday, March 26, 2017
Saturday, January 14, 2017
Artifical Intellegence (A.I.)
Apasih Artifial Intellegence atau AI itu?
Artificial Intellegence atau biasa disebut AI ini adalah kemampuan sebuah komputer atau mesin untuk berpikir seperti layaknya manusia. Dengan kata lain AI bisa disebut sebagai kecerdasan buatan yang dibuat oleh manusia yang dimasukkan kedalam software atau mesin untuk membantu pekerjaan manusia agar lebih mudah, efektif, dan efisien.
Thursday, January 12, 2017
Kolaborasi Antar muka Otomotif Multimedia
Kolaborasi antar-muka otomatif multimedia merupakan sebuah hubungan antara multimedia yang ada dengan interface/antarmuka dalam dunia transportasi. Karena pada pengertian pola dasar kata tersebut mengarah pada kolaborasi yang artinya adalah hubungan atau sebuah penggabungan. Lalu terdapat kata otomotif yang berarti sebuah ilmu yang mempelejari tentang alat-alat transportasi darat yang menggunakan mesin dan terdapat pula kata antar-muka yang berarti sebuah interaksi pengguna. Maka dapat disimpulkan bahwa Kolaborasi antar-muka otomatif multimedia adalah segala hal yang berhubungan dengan interface/antarmuka & multimedia dalam dunia transportasi.
Thursday, December 15, 2016
Mengganti Template di Blogger
Cara Mengganti Template di Blogger
- Seperti biasanya silahkan masuk saha ke blogger milik sobat
- Persiapkan dahulu template yang akan sobat jadikan untuk mengganti. silahkan download di cara pertama jika ingin mendownload template.
- Sebelum menuju ke template silahkan backup dahulu template sobat mungkin saja sobat butuh lagi template yang akan sibat ganti, caranya klik Template - Back up and store - Download full template
Open Services Gateway Initiative (OSGI)
OSGI (Open Service Gateway
Initiative) adalah sebuah rencana industri untuk cara standar untuk
menghubungkan perangkat seperti perangkat rumah tangga dan sistem keamanan ke
Internet. OSGI berencana menentukan program aplikasi antarmuka (API) untuk
pemrogram menggunakan, untuk memungkinkan komunikasi dan kontrol antara
penyedia layanan dan perangkat di dalam rumah atau usaha kecil jaringan. OSGI
API akan dibangun pada bahasa pemrograman Java. Program java pada umumnya dapat
berjalan pada platform sistem operasi komputer. OSGI adalah sebuah interface
pemrograman standar terbuka.
Teknologi yang Terkait Interface Telematika
1. Head up display
Head Up Display (HUD) merupakan sebuah tampilan
transparan yang menampilkan data tanpa mengharuskan penggunanya untuk melihat
ke arah yang lain dari sudut pandang biasanya. Asal nama dari alat ini yaitu
pengguna dapat melihat informasi dengan kepala yang terangkat (head up) dan
melihat ke arah depan daripada melihat ke arah bawah bagian instrumen. Walaupun
HUD dibuat untuk kepentingan penerbangan militer, sekarang HUD telah digunakan
pada penerbangan sipil, kendaraang bermotor dan aplikasi lainnya.
2. Tangible user
Tangible User Interface (TUI) adalah sebuah
antarmuka pengguna di mana seseorang berinteraksi dengan informasi digital
melalui lingkungan fisik. Sebuah TUI adalah salah satu teknologi dimana
pengguna berinteraksi dengan sistem digital melalui manipulasi obyek fisik
terkait dan langsung mewakili kualitas sistem tersebut. Nama awal dari TUI
adalah Graspable User Interface (GUI), yang tidak lagi digunakan. Ide dari TUI adalah untuk
memiliki hubungan langsung antara sistem dan cara anda mengontrol melalui
manipulasi fisik dengan memiliki makna yang mendasar atau hubungan langsung
yang menghubungkan manipulasi fisik ke perilaku yang mereka picu pada sistem.
Friday, November 11, 2016
Dongeng Si Kelinci dan Si Tupai
Di sebuah hutan tinggalah dua sahabat. Mereka adalah seekor kelinci dan seekor tupai. Setiap hari mereka selalu menghabiskan waktu bersama-sama.
Pada suatu hari, tupai mengatakan kepada kelinci, ''Musim hujan sebentar lagi akan datang.Mari kita buat sarang.Supaya bila hujan turun, kita punya tempat untuk berteduh.''Ya, betul juga kata kamu. Tapi izinkan aku istirahat dulu, "jawab kelinci.
Jaringan Wireless dan Terminal
Jaringan Wireless
Sejarah Jaringan Wireless
Di ujung akhir 1970 an, IBM merilis hasi dari percobaan mereka dalam pembuatan rancangan Wireless LAN dengan teknologi IR. Sementara itu, Hewlett-Packard (HP) menguji coba Wirelles LAN mereka dengan RF. Saat itu keduan perusahaan tersebut hanya bisa mencapai transfer rate data sebesar 100 Kbps.Karena belum memenuhi standar IEEE802 untuk LAN yakni 1 Mbps, maka mereka belum berani menjualnya di pasaran. Barulah pada tahun 1985m, Federal Communication Comission atau disingkat dengan FCC menetapkan sebuah pita Industrial tanpa lisensi berupa Idustrial, Scientific dan Medical (ISM Band) dengan gelombang sebesar 902-928 MHz, 2400-2483,5 MHz dan 5725-5850 MHz.
Monday, October 10, 2016
Telematika
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pembuktian data elektronik adalah salah satu
penyelesaian perkara yang menguatkan seorang hakim untuk menguatkan argumentnya
untuk memberikan sangsi kepada tersangka cybercrime di pengadilan. Cybercrime
sendiri merupakan tindak pidana yang berobjekkan dunia informasi teknologi dan
elektronik yang diatur di Undang-undang Informasi Telekomunikasi dan
Elektronik. Undang-undang ini memuat ketentuan-ketentuan bagi pengguna
teknologi dan elektronik didalam penyelaksanaannya, mengingat banyaknya mafia
dan penjahat dunia maya ini. Undang-undang ini terlahir berdasarkan kasus-kasus
cybercrime yang terjadi dan undang-undang ini mimiliki sangsi yang tegas
didalam pelaksanaannya.
Sunday, June 12, 2016
Timbangan Buku: A Game of Thrones
Judul : A Game of Thrones
Penulis : George R.R. Martin
Penerjemah :Barokah Ruziati
Penerbit : Fantasious
Cetakan : I, Maret 2015
Kota Terbit : Jakarta
Jumlah Halaman : 948
Sinopsis
Inilah negeri tempat matahari terbenam. Negeri Tujuh Kerajaan, tempat kau akan takjub pada Klan Baratheon, dengan rusa jantan bermahkota dengan warna hitam berlatar emas yang menjadi simbol. Semboyan mereka berbunyi Yang Kami Miliki adalah Amarah. Klan Stark dengan direwolf abu-abu berlatar putih es sebagai simbol dan semboyan Musim Dingin Akan Datang.
Friday, March 18, 2016
Membuat Jaringan Peer 2 Peer
Pada Kesempatan kali ini saya akan sharing bagaimana cara menghubungkan 2 komputer atau laptop menggunakan kabel LAN UTP dengan jaringan Peer 2 Peer. Caranya adalah sebagai berikut:
Thursday, March 10, 2016
Tutorial Crimping Kabel UTP RJ-45
Friday, January 15, 2016
Pasangan Pola
1.
Unifikasi dan Runut Balik
1.1 Unifikasi
Unifikasi adalah proses yang dilakukan oleh prolog
untuk mencari padanan antara pernyataan yang terdapat pada aturan dengan fakta
atau kepala aturan yang lain.
Syarat terjadinya unifikasi adalah:
§ Mempunyai relasi yang sama
§ Mempunyai jumlah argumen yang sama dan posisi
argumen yang sama pula
§ Argumen yang berpadanan harus mempunyai jenis data
yang sama
§ Semua pasangan argumen (pada data majemuk) harus
juga berpadanan
Peningkatan Mutu Citra
1. Pendahuluan
Dalam
bidang pengolahan citra, istilah citra mengacu pada suatu fungsi intensitas
dalam bidang dua dimensi. Pemrosesan citra menggunakan komputer membutuhkan
citra digital sebagai masukannya. Oleh karena itu, kita mengenal beberapa macam
format citra digital, yang masing-masing memiliki format penyimpanan dan
pembacaan data yang berbeda-beda. Proses mengubah citra ke bentuk digital bisa dilakukan dengan beberapa
perangkat, misalnya scanner,
kamera digital, dan handycam. Ketika sebuah citra sudah diubah ke dalam bentuk digital (selanjutnya disebut citra digital),
bermacam-macam proses pengolahan citra dapat diperlakukan terhadap citra tersebut.
Pengolahan citra digital dapat dilakukan berbagai cara diantaranya
adalah representasi dan
permodelan citra, peningkatan
kualitas citra, restorasi citra, analisis citra, rekonstruksi
citra dan kompresi citra. Pada makalah ini, pengolahan citra digital difokuskan pada teknik peningkatan mutu pada domain
spatial khususnya penggunaan untuk
teknik deteksi tepian (Edge Detection).
Teknik
image enhancement digunakan untuk meningkatkan kualitas suatu citra
digital, baik dalam tujuan untuk menonjolkan suatu ciri tertentu dalam citra
tersebut, maupun untuk memperbaiki aspek tampilan. Proses ini biasanya
didasarkan pada prosedur yang bersifat eksperimental, subjektif, dan amat
bergantung pada tujuan yang hendak dicapai.
Proses peningkatan mutu citra bertujuan untuk
memperoleh citra yang dapat memberikan informasi sesuai dengan tujuan/kepentingan pengolahan citra. Proses peningkatan mutu citra ini termasuk memperbaiki
citra yang ketika proses akuisisi mengalami
ganguan yang signifikan seperti noise, gangguan geometris, radiometrik dan beberapa gangguan faktor
alam lainnya. Secara umum domain dalam pengingkatan mutu citra ini
dapat dilakukan secara spatial dan frekuensi. Domain Spatial melakukan manipulasi nilai pixel secara langsung dengan
dipengaruhi oleh nilai pixel lainnya secara spatial sedangkan domain frekuensi berdasarkan frekuensi spektrum citra.
Domain Spasial merupakan teknik peningkatan mutu citra yang melakukan
manipulasi langsung pixel (x,y) suatu citra
dengan menggunakan fungsi transformasi: g(x, y) = T[f(x, y)], dimana f(x, y) sebagai citra input, g(x,
y) hasil citra yang sudah diproses dan T adalah operator pada f yang didefinisikan berdasarkan
beberapa lingkungan di (x, y). Teknik
ini ditunjukkan pada gambar 5.2 Masking/Filter suatu pixel (x,y) ditentukan berdasarkan pixel tetangganya yang didefinisikan sebagai bentuk bujur sangkar
(sering digunakan) ataupun circular sebagai
sub-citra yang berpusat di titik (x,y) dengan ukuran lebih dari 1x1(gambar 5.3 menggunakan masking 3x3).
Pusat sub-citra berpindah dari satu pixel ke
pixel lainnya dimulai dari pojok atas. Nilai koefisien masking ditentukan berdasarkan prosesnya. Teknik
masking digunakan untuk penajaman citra dan
penghalusan citra.
Edge detection adalah pendekatan yang paling umum
digunakan untuk mendeteksi diskontinuitas graylevel. Hal ini disebabkan karena titik ataupun garis
yang terisolasi tidak terlalu sering dijumpai dalam aplikasi praktis. Suatu edge adalah batas antara dua region yang
memiliki graylevel yang relatif berbeda. Pada dasarnya ide yang ada di balik sebagian besar teknik edge-detection
adalah menggunakan perhitungan local derivative
operator. Gradien dari suatu citra
f(x,y) pada lokasi (x,y) adalah vector.
2.
Isi
Tepi (edge) adalah perubahan nilai intensitas derajat keabuan yang cepat/tiba-tiba (besar) dalam jarak yang singkat. Sedangkan deteksi tepi (Edge Detection) pada suatu citra
adalah suatu proses yang menghasilkan tepi-tepi dari obyek-obyek citra,
tujuannya adalah Untuk menandai bagian yang menjadi detail citra Untuk
memperbaiki detail dari citra yang kabur, yang terjadi karena error atau adanya
efek dari proses akuisisi citra Suatu titik (x,y) dikatakan sebagai tepi (edge) dari suatu citra bila
titik tersebut mempunyai perbedaan yang tinggi dengan tetangganya. Pada gambar 2.1
di bawah ini dapat dilihat proses yang dilakukan untuk memperoleh tepi gambar
dari suatu citra yang ada.

Gambar 2.1. Proses deteksi
tepi citra
Pada gambar 8.2. terlihat bahwa hasil
deteksi tepi berupa tepi-tepi dari suatu gambar. Bila diperhatikan bahwa tepi suatu gambar
terletak pada titik-titik yang memiliki perbedaan tinggi.

Gambar 2.2. Hasil deteksi tepi
Proses deteksi tepi (edge detection) sendiri masing
dapat dikelompokkan berdasarkan operator atau metode yang digunakan dalam
proses pendeteksian tepi suatu citra (edge detection) untuk memperoleh citra
hasil.
2.1 Metode Pendeteksian Tepi Suatu Citra
- Metode Robert
Metode Robert adalah nama lain dari teknik
differensial pada arah horisontal dan differensial pada arah vertikal, dengan
ditambahkan proses konversi biner setelah dilakukan differensial. Teknik
konversi biner yang disarankan adalah konversi biner dengan meratakan
distribusi warna hitam dan putih.. Metode Robert ini juga disamakan dengan teknik DPCM (Differential
Pulse Code Modulation).
Operator Robert menggunakanoperator gradient berukuran2 x 2 :

Gradient magnitude dari operator Robert adalah sebagai berikut :
Karenaoperator Robert hanya menggunakan convolution mask berukuran 2 x 2, maka operator Robert sangat sensitive terhadap noise.
- Metode Prewitt
Metode
Prewitt merupakan pengembangan metode robert dengan menggunakan filter HPF yang
diberi satu angka nol penyangga. Metode ini mengambil prinsip dari fungsi
laplacian yang dikenal sebagai fungsi untuk membangkitkan HPF.
Operator
Prewitt menggunakan delapan buah kernel operator gradient :

Dengan menggunakan batuan program matlab maka
Pendektesian tepi (Edge Detection) dengan operator Prewitt dapat dilihat
implementasinya. Berikut ini adalah listing program yang akan digunakan untuk
mengimplementasikan deteksi tepi denngan operator Prewitt :
citra=imread('D:\MATLAB PROJECT\Vincent.tif');
ic= rgb2gray(citra);
px=[-1 0 1;-1 0 1;-1 0 1]; %% DeteksiVertikal
icx=filter2(px,ic); % convolution
py=px'; %% DeteksiHorizontal
icy=filter2(py,ic);
edge_p=sqrt(icx.^2+icy.^2);
edge_t=im2bw(edge_p/255,0.3);
figure, imshow(citra),
title('Citra Asli');
subplot(2,2,1),
imshow(icx/255), title('Deteksi Vertikal');
subplot(2,2,2),
imshow(icy/255), title('Deteksi Horisontal');
subplot(2,2,3),
imshow(edge_p/255), title('Deteksi Citra
Dengan Batasan (255)');
subplot(2,2,4),
imshow(edge_t), title('Citra Hasil Deteksi Tepi');
Dari program
diatas maka akan didapat tampilan atau hasil detesi tepi dengan operator
Prewitt sebagai berikut :


Contoh lain penggunaan
operator Prewitt dapat menggunakan Listing berikut ini :
l=imread('D:\MATLAB PROJECT\tree.bmp');
l1=rgb2gray(l);
l2=fft(double(l1));
l2_1=fft(double(l));
figure(1)
clf(subplot(1,3,1),imshow(l));
title('Original image');
hold on;
subplot(1,3,2),imshow(l1);
title('Gray scale image');
% creat filter
matrix(3×3 window)
h=fspecial('prewitt');
l_pre=uint8(round(filter2(h,l1)));
l_pre_1=fft(double(l_pre));
subplot(1,3,3),imshow(l_pre)
title('Prewitt filtered image');
Capture :

- Metode Sobel
Metode Sobel merupakan pengembangan metode robert
dengan menggunakan filter HPF yang diberi satu angka nol penyangga. Metode ini
mengambil prinsip dari fungsi laplacian dan gaussian yang dikenal sebagai
fungsi untuk membangkitkan HPF. Kelebihan dari metode sobel ini adalah
kemampuan untuk mengurangi noise sebelum melakukan perhitungan deteksi tepi.
Operator Sobel menggunakan kernel operator gradient 3 x 3 :

Operator Sobel melakukan deteksi tepi dengan memperhatikan tepi vertical dan horizontal. Gradient Magnitude dari operator
Sobel adalah sebagai berikut :



Dengan menggunakan batuan
program matlab maka Pendektesian tepi (Edge Detection) dengan operator Sobel
dapat dilihat implementasinya. Berikut ini adalah listing program yang akan
digunakan untuk mengimplementasikan deteksi tepi denngan operator Sobel :
l=imread('D:\MATLAB PROJECT\Vincent.tif');
l1=rgb2gray(l);
l2=fft(double(l1));
l2_1=fft(double(l));
figure(1)
clf(subplot(1,3,1),imshow(l));
title('Original image');
hold on;
subplot(1,3,2),imshow(l1);
title('Gray scale image');
% creat filter
matrix(3×3 window)
h=fspecial('sobel');
l_sobel=uint8(round(filter2(h,l1)));
l_sobel_1=fft(double(l_sobel));
subplot(1,3,3),imshow(l_sobel)
title('Sobel filtered image');

Perbandingan pendeteksian tepi
dengan operator Prewitt dengan Operator Sobel :
Script
l=imread('D:\MATLAB PROJECT\lenna.bmp');
l1=rgb2gray(l);
l2=fft(double(l1));
l2_1=fft(double(l));
figure(1)
clf(subplot(2,2,1),imshow(l));
title('Original image');
hold on;
subplot(2,2,2),imshow(l1);
title('Gray scale image');
% creat filter
matrix(3×3 window)
h=fspecial('prewitt');
l_pre=uint8(round(filter2(h,l1)));
l_pre_1=fft(double(l_pre));
subplot(2,2,3),imshow(l_pre)
title('Prewitt filtered image');
% creat filter
matrix(3×3 window)
h=fspecial('sobel');
l_sobel=uint8(round(filter2(h,l1)));
l_sobel_1=fft(double(l_sobel));
subplot(2,2,4),imshow(l_sobel)
title('Sobel filtered image');
Capture

2.2 Teknik Peningkatan Mutu Citra
1. Point Processing
Cara paling mudah untuk melakukan peningkatan mutu
pada domain spasial adalah dengan melakukan pemrosesan yang hanya melibatkan
satu piksel saja (tidak menggunakan jendela ketetanggaan).
Yang termasuk disini misalnya :
• Citra negatif,
• Contrast Stretching,
• perataan histogram,
• Image Substraction,
• Image Averaging
o Citra Negatif
Mengubah nilai grey-level piksel citra input dengan:
Gbaru = 255 - Glama
Hasilnya seperti klise foto
o Contast Stretching
Mengubah kontras dari suatu image dengan cara mengubah greylevel
piksel-piksel pada citra menurut fungsi s = T(r) tertentu
r1 ≤ r2, s1 ≤ s2
r1 = r2, s1 = s2 à tidak ada perubahan
r1 = r2, s1 = 0, s2 = 255 à tresholding menjadi citra biner dengan ambang
r1
o Histogram Equalization
Histogram: diagram yang menunjukkan jumlah kemunculan grey level (0-255)
pada suatu citra
Histogram processing:
Gambar gelap: histogram cenderung ke sebelah kiri
Gambar terang: histogram cenderung ke sebelah kanan
Gambar low contrast: histogram mengumpul di suatu tempat
Gambar high contrast: histogram merata di semua tempat
à Histogram processing: mengubah bentuk histogram agar pemetaan gray level
pada citra juga berubah.
Contoh:

o Image Averaging
Dilakukan jika kita memiliki beberapa citra yang bergambar sama, namun
semua citra memiliki noise (gangguan)
Noise satu citra berbeda dengan noise citra lainnya (tidak berkorelasi)
Cara memperbaikinya adalah dengan melakukan operasi rata-rata terhadap
semua citra tersebut.
2. Mask Processing
Jika pada point processing kita hanya melakukan operasi terhadap
masing-masing piksel, maka pada mask processing kita melakukan operasi terhadap
suatu jendela ketetanggaan pada citra.
Kemudian kita menerapkan (mengkonvolusikan) suatu mask terhadap jendela
tersebut. Mask sering juga disebut filter.
- Lingkup Proses Perbaikan Citra
• Pengubahan
kecerahan (brightness)
Kecerahan/kecemerlangan gambar dapat diperbaiki dengan
menambahkan (mengurangkan) sebuah konstanta kepada (dari) setiap pixel di dalam
citra. Akibat dari operasi ini, histogram citra mengalami pergeseran.
Secara matematis
operasi ini ditulis sebagai:
f(x,y)’ = f(x,y)
+ b
Jika b positif, kecerahan gambar bertambah, sebaliknya
jika b negative kecerahan gambar akan berkurang,Kontras menyatakan sebaran
terang dan gelap.
• Pengubahan histogram
Ada 2 cara: peralatan histogram,
spesiikasi histogram.
• Pelembutan citra(smoothing)
Tujuannya menurunkan gangguan (noise) pada citra.
Gangguan biasanya berupa variasi intensitas pixel yang berkolerasi dengan pixel
tetangganya. Jika terkena gangguan pixel akan mempunyai frekuensi tinggi.
Pelembutan citra dilakukan dengan menekan komponen yang berfreuensi tinggi dan
membiarkan kom ponen yang berfrekuensi rendah seperti semula.
• Penajaman tepi
(edge sharpening)
Tujuannya memperjelas tepi objek pada citra, ini
merupakan kebalikan dari pelembutan. Metodenya menggunakan penapis lolos tinggi
(High Pass Filter). Sering juga disebut penajaman tepi.
• Pewarnaan semu
(pseudocolouring)
Proses pemberian warna tertentu pada nilai pixel citra
hitam-putih berdasarkan kriteria tertentu. Agar nantinya mata manusia dapat
membedakan warna.
• Pengubahan
geometric
Lebih untuk mengubah nilai geometrisnya. Metode yang
digunakan rotasi, translasi penskalaan/perbesaran/pengecilan, skew, dan
lain-lain.
• Penapisan derau
Merupakan Proses penghalusan dilakukan untuk setiap
pixel dari citra , dengan memperhitungkan statistik pixel. Setiap pixel yang
diproses akan digantikan dengan nilai median dari himpunan nilai pixel yang
ada.
http://iputprihanarko.blogspot.co.id/2012/09/perbaikan-kualitas-citra-pengolahan_15.html
http://uchie-blog.blogspot.co.id/2008/10/pengubahan-kecerahan-gambar-dan.html
Subscribe to:
Posts (Atom)



